Indolinear.com, Beijing - Tiongkok merupakan pasar otomotif terbesar di dunia. Tidak hanya itu, teknologi canggih terkait kendaraan pun berkembang sangat pesat di negara ini, termasuk mobil tanpa sopir (swakemudi) atau autonomous.

Sebagaimana dilansir dari Liputan6.com (24/12/2017), pejabat negeri Tirai Bambu ini justru takut mobil tanpa sopir ini dijadikan mata-mata negara luar, dan membahayakan stabilitas keamanan nasional.

Akibatnya, Tiongkok telah melakukan pembatasan terhadap produsen mobil asing yang tengah mengembangkan mobil tanpa sopir.

"Kami memiliki beberapa hambatan yang berkaitan dengan pengujian fungsi otomatis, tapi ini adalah hal yang sulit," ujar seorang perwakilan produsen mobil yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Mereka menggunakan isu tersebut untuk mengambil foto dan merekam koordinat GPS mobil swakemudi, karena ini berhubungan dengan kebijakan pertahanan nasional," ucapnya.

Sementara itu, Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Tiongkok belum bersedia mengomentari hal tersebut. Saat ini, negara tersebut tengah menyusun regulasi baru untuk mobil tanpa sopir. (Uli)