Indolinear.com, Bogor - Krisis Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bogor bakal bertambah besar. Tahun ini, tidak kurang dari 700 orang akan pensiun untuk seluruh golongan.

Kepala Bidang Kepangkatan dan Kesejahteraan Pegawai Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor Doni Ramdhani menjelaskan, guru dan tenaga medis merupakan yang paling banyak pensiun setiap tahunnya, di samping pejabat struktural Eselon II-IV. Bahkan, di sektor pendidikan sekitar 300 orang.

"Yang pensiun tiap tahun dengan rata-rata 600 hingga 700 orang," ucapnya. Lebih lanjut ia mengatakan, untuk jabatan Eselon IIB atau setara kepala dinas/badan, ada delapan orang yang memasuki purna bhakti.

Ia menegaskan, karena 2018 merupakan tahun politik maka Bupati Nurhayanti tidak bisa langsung membuka lelang jabatan terbuka (open bidding), melainkan menunggu arahan kemendagri.

"Yang pensiun itu Dinas Pemuda dan Olahraga, Kepala Pelaksana BPBD, Asisten Administrasi, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Sosial, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Direktur Utama RSUD Cibinong," kata Doni seperti dikutip dari Pojoksatu.id, Selasa (6/3/2018).

Namun, sambung Doni, tidak semuanya pensiun secara bersamaan. Melainkan satu per satu terhitung mulai 1 Maret hingga ada yang berakhir masa bhaktinya pada Desember 2018 mendatang. "Untuk jabatan-jabatan itu nanti diisi Plt, sambil nunggu arahan Kemendagri untuk open bidding," jelasnya.

Sebagai catatan, ASN di Bumi Tegar Beriman hingga awal 2018 tercatat 17.197 orang. Dengan jumlah itu, jauh dari angka ideal untuk melayani 5,4 juta penduduk Kabupaten Bogor dengan rasio 1:288 penduduk.

Kepala Bidang Formasi Pegawai BKPP Kabupaten Bogor, Rusliandy menambahkan, beban yang harus ditanggung seorang ASN sangat berat karena haru melayani 288 orang. "Rasionya cuma 0,34 persen. Jauh dari ideal," katanya.

Setiap tahun, BKPP pun selalu mengusulkan tambahan pegawai ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) untuk sektor pendidikan dan medis. "Tapi, sekarang masih moratorium yah. Jadi, tidak semua usulan dikabulkan," katanya.

Sejak 2015 ASN di Kabupaten Bogor telah berkurang 2.863 orang, belum ditambah yang pensiun tahun 2018 ini. Saat itu, jumlah guru di Kabupaten Bogor hanya sekitar 11 ribu orang sementara kebutuhan 23 ribu orang.

Sementara dokter, Kabupaten Bogor membutuhkan 597 orang sementara hanya memiliki 233 orang. Sedangkan bidan, baru terisi 565 orang dari kebutuhan 946 orang. (Gie)