Indolinear.com, London - Ada saja akal Lamarr Chambers (24) agar tidak terjerat kasus hukum. Pria asal Brixton, London Selatan, tidak buang air besar (BAB) selama lebih dari 30 hari hanya karena khawatir kotoran yang dikeluarkan akan menjadi bukti polisi untuk menahan dirinya.
Lamarr ditangkap polisi Essex dalam sebuah pengejaran di jalan raya. Dilansir dari Kaba6.com (04/03/2018), pengejaran yang dilakukan oleh satu unik Operation Raptor West itu yakin bahwa Lamarr adalah bagian dari sebuah geng pengedar narkoba di London.
Pria tersebut, menurut pihak kepolisian, 'menggerakkan kepalanya ke tangannya dan sebaliknya dari tangannya ke kepalanya seperti ia sedang makan sesuatu'. Namun kepada polisi, Lamarr mengaku sedang makan ayam goreng. Polisi yang tidak percaya menduga bahwa pria itu sebenarnya menelan bungkusan kokain dan heroin. Lamarr pun dimasukkan ke penjara di Harlow.
Selama dalam tahanan, polisi menunggu hingga Lamarr bisa BAB. Hanya saja, pria tersebut menolak untuk melakukannya. Jaksa penuntut Kathy Wilson mengklaim bahwa tersangka dengan sengaja membatasi makanan yang masuk untuk mencegah gerakan ususnya.
"Lamarr Chambers sudah tidak pergi ke toilet selama 33 hari,' kata Kathy Wilson, jaksa penuntut. Sementara Hakim Pengadilan Chelmsord mengizinkan seorang tersangka bisa dipenjara selama 190 jam atau selama seminggu.
Petugas kepolisian mau membebaskannya bila Lamarr sudah BAB. Bahkan dibuat tagar #PooWatch untuk menginformasikan kepada media dan juga masyarakat akan perkembangan apapun pada Lamarr yang mogok BAB.
Polisi juga memastikan bahwa selama mogok BAB, Lamarr tetap berada dalam pengawasan dokter. (Uli)
0 Response to "[Pos baru] Takut Dijadikan Bukti Tahanan Ini Mogok BAB"
Post a Comment