Indolinear.com, London - Tepat tanggal 6 September 1915, sebuah prototipe tank yang dijuluki Little Willie diperlihatkan untuk pertama kali ke hadapan publik Inggris.

Dikutip dari laman Liputan6.com (04/06/2018), pembuatan Little Willie dianggap sukses karena mampu beroperasi meski berukuran besar dan punya bobot yang berat.

Bebannya mencapai 14 ton, mampu berjalan meski terjebak dalam parit dan dapat berjalan di atas permukaan tanah yang kasar.

Negeri Ratu Elizabeth II tersebut mengembangkan sebuah kendaraan militer bernama tank atas permintaan dan kebutuhan Perang Dunia I.

Pada tahun 1914, seorang kolonel tentara Inggris bernama Ernest Swinton dan Sekretaris Komite Petahanan bernama William Hankey tengah memperjuangkan gagasan tentang kendaraan lapis baja yang sangat dibutuhkan pada masa perang dunia tersebut.

Karena medan perang yang tak selalu datar, para pejuang membutuhkan sebuah kendaraan kuat yang mampu berjalan menembus garis musuh dan melintasi wilayah yang sulit. Untuk itu, kedua sosok tersebut memikirkan pembuatan kendaraan super kuat tersebut.

Demi menjaga kerahasian proyek pembuatan kendaraan dari musuh, para pekerja selalu mengaku tengah membuat kendaraan besar sebagai mesin pengangkut air ke medan perang.

Maka dari itu, bentuk bagian atas tank menyerupai tempat penyimpanan air -- sebagai alasan mengecoh musuh.

Prototipe tank pertama dikenal sebagai Little Willie. Kekurangan dari kendaraan generasi pertama ini adalah mesin terlalu mudah panas dan belum mampu secara sempurna menyeberangi parit.

Prototipe tank kedua kemudian diproduksi pada tahun 1916 -- yang dikenal sebagai Big Willie. Pada kali ini, lapisan baja dibuat agar kendaraan tahan terhadap serangan peluru. Produksi kedua pertama kali diturunkan dalam pertempuran Somme di Prancis.

Produksi tank kian menjamur, seakan-akan kebutuhan tank sebagai alat perang dan transportasi militer kian dianggap penting.

Hingga Perang Dunia II, tank menjadi kendaraan wajib bagi para tentara ketika berhadapan dengan musuh. (Uli)