Indolinear.com, Jakarta - Tren dunia otomotif yang mengarah ke elektrifikasi sudah tak dapat dipungkiri. Berbagai pabrikan tengah serius dalam menggarap mobil listrik. Bahkan, beberapa negara sudah mewajibkan mereka untuk memasarkan kendaraan yang ramah lingkungan.

Terkait perkembangan mobil listrik, benarkah masyarakat sudah siap menyambutnya? Mengutip dari Liputan6.com (22/07/2018), bos Lexus, Yoshihiro Sawa, mengatakan bahwa baik mobil maupun masyarakat belum 100 persen siap dan memahami dampaknya bagi lingkungan.

Padahal, divisi mobil mewah Toyota tersebut juga turut berpartisipasi dalam perkembangan teknologi electric vehicle (EV). Namun, Sawa menyatakan bahwa pihaknya baru akan memasuki pasar mobil listrik ketika masyarakat telah sepenuhnya siap dan masalah lingkungan terselesaikan.

"Mobil listrik murni membutuhkan waktu pengisian ulang yang lama dan baterainya berdampak buruk bagi lingkungan seiring berjalannya waktu. Setelahnya, kami harus mempersiapkan tahap daur ulang untuk baterai yang sudah rusak," kata Sawa.

Ia pun menyatakan bahwa hal itu lebih rumit dari kelihatannya. Saat ini, Sawa bersama Lexus masih menggodok solusi terbaik bagi EV dengan tetap memperhitungkan kebutuhan mobil konvensional dan hybrid. (Uli)