Indolinear.com, Kuala Lumpur - Seorang siswa sekolah menengah pertama asal Malaysia menjadi sosok pahlawan karena keberanian dan antisipasi yang ia lakukan.

Dikutip dari laman Liputan6.com (18/10/2018), siswa perempuan tersebut bernama Nur Athirah Izzati Shamsul Murfiz. Gadis berusia 15 tahun yang bersekolah di SMP Islam As Sofa itu berhasil menyelamatkan 36 siswa lainnya dari kebakaran.

Kejadian bermula ketika Nur melihat ada percikan api yang berasal dari langit-langit sebuah ruangan di asrama sekolah. Awalnya, ia tak menghiraukan percikan api tersebut.

Namun, ia baru menyadari jika percikan api tersebut dapat membakar seisi sekolah. Untuk itu, ia berinisiatif untuk menghidupkan alarm agar siswa yang lain dapat menyelamatkan diri.

Norazam Khamis, Kepala Kantor Pemadam Kebakaran setempat mengatakan, percikan api tersebut semakin lama semakin besar. Salah satu siswa yang berperan dalam hal tersebut adalah Nur Athirah.

Norazam juga menyebut bahwa api menyebar dengan cepat dalam hitungan menit. Untungnya, Nur Athirah segera menghidupkan alarm sehingga 36 siswa dapat menyelamatkan diri sebelum seisi bangunan hangus terbakar oleh si jago merah.

"Pada saat tim diterjunkan, para siswa yang semuanya perempuan telah keluar dari asrama sekolah," ujar Norazam.

"Meski demikian, ada tiga orang anak perempuan yang mengalami kesulitan bernapas dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diobati," tambahnya.

Selain siswa, di dalam asrama tersebut, terdapat enam orang lainnya yang merupakan petugas pengawasan dan pegawai sekolah.

"Kami berhasil memadamkan api dalam waktu 30 menit dan penyelamatkan beberapa bangunan lain seperti surau dan aula dari serbuan api," tutur Norazam.

Kepala Pemadam Kebakaran tersebut menegaskan bahwa sekolah yang dikelola oleh Yayasan As Sofa telah mematuhi aspek keselamatan dan memiliki sertifikat kepatuhan.

Meski begitu, ia belum dapat menyimpulkan penyebab kebakaran. Akan ada pemeriksaan lebih lanjut menunggu kondisi anak-anak yang masih dirawat. (Uli)