Indolinear.com, Sydney - Apakah Anda mengingat kapan terakhir kali mencuci handuk? Apakah beberapa hari yang lalu? Atau bahkan seminggu yang lalu?

Meski terlihat sepele, namun mencuci handuk menjadi hal yang penting demi menjaga kesehatan kita.

Handuk, terutama dalam keadaan lembab, menjadi area subur pertumbuhan berbagai macam hal menjijikkan. Pasalnya, setiap Anda menggunakan handuk, otomatis bakteri alami di kulit dan sejumlah kuman yang ada tubuh akan turut pindah.

Selain itu, banyak orang tak mencuci tangannya dengan benar. Jadi ketika orang tersebut mengeringkan tangannya dengan handuk, mereka turut memindahkan bakteri ke tempat yang subur untuk berkembang.

"Setelah sekitar dua hari, jika Anda mengeringkan wajah menggunakan handuk tangan, maka kemungkinan akan lebih banyak bakteri E. coli di wajah Anda dibanding bakteri yang ada di toilet," ujar seorang ahli mikrobiologi di University of Arizona, Charles Gerba, kepada Time.

Dikutip dari Liputan6.com (03/12/2018), dalam sebuah studi yang Gerba lakukan, 90 persen handuk kamar mandi penuh dengan koliform, dan sekitar 14 persennya merupakan E. coli.

Jadi, berapa hari sekali sebaiknya handuk dicuci?

Menurut Gerba, Anda harus mencuci handuk setiap dua hari sekali, terutama jika Anda memiliki anak. Tapi, mencuci handuk tak bisa sembarangan.

Pasalnya, bakteri masih dapat bertahan dengan detergen biasa. Jadi sebaiknya gunakan air panas dan produk pemutih untuk membersihkan handuk secara menyeluruh. (Uli)