Indolinear.com, Brussels - Tepat pada tanggal 4 Januari tahun 1999, untuk pertama kalinya beberapa negara di Eropa dipersatukan dengan mata uang Euro. Mata uang yang kini menjadi salah satu alat tukar paling kuat di dunia ini diluncurkan sebagai unit keuangan di pasar korporasi dan investasi.
Dikutip dari laman Liputan6.com (13/01/2019), sedikitnya ada 11 negara pertama yang menggunakan mata uang tersebut.
Di antaranya Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal dan Spanyol.
Keseluruhan negara ini mewakili sekitar 290 juta orang. Euro diluncurkan dengan harapan dapat meningkatkan integrasi dan ekonomi Eropa.
Pada awal kemunculannya, Euro hadir dengan janji memberi keuntungan pada ekonomi global yang baru.
Bentuk mata uang tunai Euro sendiri terbilang unik. Terdapat pola arsitektur, simbol-simbol persatuan Eropa dan motif keanggotaan negara.
Mata uang Euro ini sendiri menggantikan beberapa mata uang sebelumnya, yakni schilling (Austria), franc (Belgia), markka (Finlandia), franc (Prancis), mark (Jerman), lira (Italia), punt (Irlandia), franc (Luksemburg), guilder (Belanda), escudo (Portugal), dan peseta (Spanyol).
Tak lama setelah beredar, sejumlah wilayang dan negara non-UE termasuk Monako dan Vatican City juga mengadopsi mata uang Euro.
Mata uang Euro sendiri terdiri dari 8 koin dan 7 lembar uang kertas. Bang Sentral Euro (ECB) yang berbasis di Frankfurt mengelola Euro dan menetapkan suku bunga dan kebijakan moneter.
Pada tahun 2004, sejumlah negara Eropa lainnya turut bergabung. Sebut saja Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lituania, Malta, Polandia, Slowakia dan Slovenia. (Uli)
0 Response to "[Pos baru] Debut Pertama Euro sebagai Mata Uang Di Eropa"
Post a Comment