Indolinear.com, Jakarta - Kita selalu berasumsi bahwa ilmuwan selalu bekerja di laboratorium dengan tim mereka, siang dan malam, hingga mencapai hasil akhir yang diinginkan. Namun, keberadaan ilmuwan dalam satu bidang tertentu jelas tak cuma satu dua orang saja.

Dengan ini terjadinya rivalitas dalam bidang ilmu pengetahuan pun rentan terjadi, layaknya di bidang lain. Mungkin kita tahu soal rivalitas Nikola Tesla dengan Thomas Alfa Edison, namun masih banyak sekali contoh lain dan di lahan-lahan ilmu pengetahuan yang super produktif.

Berikut deretan persaingan ketat antar ilmuwan papan atas yang dilansir dari Merdeka.com (24/01/2019).

  1. Pertarungan Mikrobiologi

Dua orang tokoh besar di ranah mikrobiologi adalah Robert Koch dan Louis Pasteur. Keduanya memiliki berbagai teori soal kuman dan banyak hal lainnya.

Namun rivalitas tak bisa dibendung karena adanya perang Prancis Prusia di tahun 1870an. Keduanya kebetulan meneliti hal yang sama yakni penyakit anthraks. Dari sini, keduanya mulai membina hubungan yang kurang baik dan timbul masalah. Meski demikian, keduanya meneliti hal yang berbeda: Koch mengdentifikasi mikorba anthraks, sementara Pasteur mencari imunisasinya.

Namun persaingan keduanya makin panas dengan para pengikut Koch yang mencari kesalahan Pasteur dan salah menginterpretasikan hasil penelitian yang akhirnya menyinggung warga Jerman. Tidak ada tumpah darah, namun justru keduanya menemukan berbagai penemuan penting dunia yang digunakan sampai saat ini. Apa saja? Pasteur menemukan vaksin rabies, dan Koch mengdentifikasi penyebab penyakit tuberkolosis.

  1. Duel Dua Bapak Kimia

Dua ahli kimia paling terkenal di dunia adalah seorang guru dan murid. Sayangnya mereka berkompetisi karena tak disangka si murid bisa melampaui guru. Mereka adalah Humphry Davy serta Michael Faraday.

Humphry Davy adalah salah satu ilmuwan paling terkenal di zamannya. Ia menemukan beberapa logam tanah, menciptakan lampu Davy yang digunakan di tambang, menemukan klorin dan yodium, serta mengembangkan kegunaan dinitrogen oksida.

Namun sang murid, yakni Faraday, memiliki prestasi yang lebih gemilang yakni jadi pelopor elektrokimia. Faraday tak memiliki pendidikan resmi namun Davy melihat potensi di dirinya yang berbakat, sehingga diberi ilmu. Akhirnya Faraday jadi ilmuwan terbaik saat itu melebihi sang guru. Davy pun mengkritik banyak penemuan Faraday dan menghalanginya masuk Royal Society, komunitas ilmuwan terbaik.

Namun hal ini memudar ketika Davy hampir dijemput ajal. Ketika ditanya apa penemuan terbesarnya, ia hanya menjawab "Michael Faraday."

  1. Perang Vaksin Polio

Dua orang dibalik vaksin polio adalah Jonas Salk dan Albert Sabin. Keduanya terlihat seakan rival, karena keduanya punya versi vaksin yang berbeda.

Salk adalah yang pertama mengembangkan dan akhirnya keduanya memiliki pendukung dan kritikus yang semuanya vokal saling mengklaim sebagai vaksin terbaik. Perbedaan vaksin keduanya adalah milik Salk disuntikkan dan Sabin dikonsumsi secara oral. Salk menggunakan virus polio yang dibunuh, sementara Sabin menggunakan virus polio hidup yang dilemahkan.

Perdebatan hingga sekarang masih terjadi, namun vaksin injeksi lebih umum untuk digunakan.

Namun berkat rivalitas keduanya, upaya memberantas polio pun makin tinggi sehingga penyakit polio yang awalnya menyerang banyak sekali anak-anak yang akhirnya lumpuh, jadi hilang secara signifikan.

  1. Adu Hebat Ranah Psikologi

Dua orang psikoterapis paling terkenal sepanjang masa, Sigmund Freud dan Carl Jung, ternyata memiliki hubungan rivalitas. Freud yang 20 tahun lebih muda dari Jung sebenarnya adalah kawan akrab dan teman diskusi yang baik. Keduanya menelurkan banyak pemikiran seperti konsep Oedipus complex dan konsep psikologi analisis mimpi.

Namun, beberapa pemikiran Freud ternyata banyak yang bertentangan dengan Jung. Terutama soal pemikiran Freud yang percaya bahwa hasrat seksual adalah dorongan utama kehidupan. Selain itu pemikiran Freud soal pikiran bawah sadar merupakan 'harta karun memori yang tertindas', tak disetujui oleh Jung.

Hal ini memburuk pasca Jung mempublikasikan bukunya, Psychology of The Unconscious yang isinya tak senada dengan buah pikiran Freud.

Hal ini diperburuk oleh Freud sendiri yang sering berperilaku aneh, seperti pada tahun 1909 Freud menuduh Jung ingin membunuhnya.

Meski demikian, Freud sendiri masih lebih diakui sebagai ilmuwan psikologi terkemuka dan buah pemikirannya masih digunakan hingga sekarang.

  1. Sosok di Balik Struktur DNA

Ilmu pengetahuan yang membahas tentang struktur DNA adalah salah satu yang masih baru. Sosok di baliknya adalah dua tim ilmuwan yakni Francis Crick dan James Watson dari Laboratorium Cavendish di Cambridge, serta Rosalind Franklin dan Maurice Wilkins dari King's College London. Permasalahannya, dua sisi ini tidak akur, terutama antara Crick dan Wilkins.

Saat ini diketahui kalau struktur double helix dipopulerkan oleh Crick dan Watson. Cerita di balik penemuan tersebut cukup unik: Crick dan Watson mengunjungi Franklin dan Wilkins, lalu ketika mereka melihat hasil penelitian terbarunya, mereka menemukan satu kesalahan fatal, yakni tripel helix. Walhasil Crick dan Watson menyempurnakan temuan sang rival dan jadilah struktur double helix yang dikenal sekarang.

Hal ini bukanlah pencurian, karena kebijakan ilmuwan London menyebut soal kebebasan berbagi temuan. Meski demikian, setelah sempat cek-cok, dua tim tersebut (minus Franklin) akhirnya mendapat Hadian Nobel di tahun 1962 soal penemuan struktur DNA molekular. (Uli)