Indolinear.com, Minsk - Membawa setumpuk dokumen, tanggal 21 Januari 2014 Kanstantsin Zhukouski mendatangi komisi pemilihan umum Belarus atau Mazur. Tujuannya adalah untuk mendaftarkan calon legislatif alias caleg untuk menduduki kursi anggota dewan di kotanya.
Zhukouski tak mendaftarkan dirinya. Ia datang atas nama sang bakal calon, Yasha. Pria itu kemudian menyerahkan dokumen identitas dan persyaratan lainnya pada petugas.
Pencalonan itu diterima pihak komisi pemilihan umum dan memproses sebuah aplikasi terkait penyelenggaraan kampanye.
Sekilas, tak ada yang salah dengan proses tersebut. Masalahnya, Yasha yang didaftarkan sebagai caleg bukanlah manusia. Ia seekor burung beo.
Dokumen identitasnya, yang memajang foto burung beo itu, palsu belaka.
Zhukouski mengaku, apa yang dilakukannya adalah untuk memberikan penyadaran tentang betapa lemahnya sistem politik dan pemilihan di kotanya.
"Selama ada kopian identitas, semua bisa didaftarkan, entah itu babi atau beo," kata dia kepada kantor media Belapan, seperti dikutip dari Liputan6.com (12/02/2019).
Dengan nada bercanda, Zhukouski mengatakan, burung beonya sudah lama ingin berpartisipasi dalam pemilu di daerahnya.
Ia bahkan sudah berupaya keras, mengapal jargon-jargon kampanyenya: "Di mana uangnya" juga "Aku ingin menjadi anggota dewan".
"Ia bahkan punya slogan kampanye, 'Yasha baik'," kata Zhukousk.
Pria itu mengaku sudah menarik kembali pencalonan Yasha. Diduga kuat untuk menghindari sanksi.
Namun, kepada media yang mewawancarainya, Zhukouski punya alasan lain.
"Yasha menarik diri dari pencalonan karena, menurut dia, menjadi anggota dewan di daerah bukan jabatan keren." (Uli)
0 Response to "[Pos baru] Burung Beo Terdaftar Menjadi Caleg DPRD Di Belarus"
Post a Comment