Indolinear.com, Jakarta - Ketika hendak melakukan seks untuk pertama kalinya, wanita pasti akan gugup. Hal tersebut termasuk wajar karena Anda sebagai wanita akan merasakan kesenangan di ranjang untuk pertama kali dengan orang yang Anda cintai.

Akan tetapi, jangan sampai rasa gugup membuat Anda takut sepenuhnya dan tidak menikmati jalannya hubungan seks yang terjadi di ranjang bersama pasangan. Mungkin di pikiran anda akan banyak sekali hal-hal negatif yang muncul, akan tetapi perlu sekali lagi diingat bahwa hal tersebut tidaklah benar sepenuhnya.

Oleh karena itu melansir dari Okezone.com (19/02/2019), berikut rangkuman hal negatif dari pikiran anda yang sebenarnya salah mengenai seks pertama.

  1. Seks menyakitkan

Seks pertama seharusnya tidak menyakitkan akan, tetapi Anda merasa aneh karena baru pertama kali mengalaminya sehingga merasa tidak nyaman. Agar lebih nyaman cobalah untuk menggunakan pelumas. Akan tetapi, jika tetap terjadi rasa nyeri, cobalah konsultasi dengan dokter.

  1. Takut tertular penyakit

Wajar jika anda merasa takut akan kehamilan dan tertular suatu penyakit terutama HIV, oleh karena itu pakailah kondom. Menurut penelitian yang dilakukan oleh British Medical Journal, kondom dapat mengurangi risiko tertular penyakit HIV. Pemakaian alat kontrasepsi ini juga dapat mencegah kehamilan.

  1. Harus berdarah

Wanita memang memiliki selaput darah yang akan pecah saat melakukan hubungan seks pertama kalinya. Akan tetapi, menurut para ahli di lapangan, hal tersebut tidak selalu terjadi. Tidak keluarnya darah saat melakukan seks pertama terjadi karena selaput dara tersebut sudah sudah pecah karena melakukan aktivitas biasa seperti olahraga, bersepeda, dan aktivitas lainnya.

  1. Malu

Janganlah menjadi wanita yang pemalu seutuhnya karena apa yang anda inginkan akan membuat hubungan seks lebih menyenangkan. Jika rangsangan klitoris adalah isyarat Anda tentang penetrasi vagina, maka jangan malu untuk mengomunikasikan hal yang sama kepada pasangan Anda.

  1. Berpura-pura

Memang wajar jika anda ingin menyenangkan pasangan akan tetapi jangan lelah berpura-pura orgasme. Biarkan saja dan ikuti arus yang menyenangkan tersebut. Jika berpura-pura orgasme, Anda akan sulit untuk membangun komunikasi yang lancar di masa depan. (Uli)