Indolinear.com, Jakarta - Memasuki musim penghujan, masyarakat diimbau mewaspadai adanya potensi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang muncul sebagai dampak dari curah hujan tinggi akibat cuaca ekstrem.

Satu di antaranya adalah banjir.

Seolah sudah menjadi tradisi, tiap musim penghujan tiba, masyarakat pasti dibayangi datangnya banjir.

Lalu apakah itu peristiwa banjir?

Banjir adalah kejadian saat air menggenangi suatu daerah yang sebelumnya tidak pernah tergenangi air dalam selang waktu yang lama.

Selain itu juga bisa diartikan sebagai peristiwa terendamnya daratan karena adanya aliran air yang berlebihan sehingga tidak mampu lagi diserap oleh tanah.

Secara hidrometeorologi, terdapat dua jenis banjir yaitu banjir rob dan banjir genangan atau limpasan.

Banjir rob merupakan banjir yang terjadi akibat naiknya permukaan air laut.

Sementara banjir genangan diakibatkan karena meluapnya air sungai dari intensitas hujan yang tinggi.

Penyebabnya bisa beraneka macam mulai dari faktor meteorologis hingga faktor lain.

Berikut penjelasannya yang dikutip dari Tribunnews.com (02/02/2019)

- Faktor Meteorologis

Banjir disebabkan karena intensitas, distribusi dan durasi hujan yang meningkat sehingga debit air menjadi berlebih dan tak mampu diserap tanah.

Biasanya terjadi di puncak musim hujan yaitu pada Bulan Desember hingga Februari.

- Faktor lain

Seperti sifat fisis permukaan tanah, kandungan air tanah dan permukaan tanah.

Bisa juga diakibatkan karena buruknya saluran dan resapan air di lingkungan rawan banjir.

Hingga faktor kerusakan lingkungan yang merupakan dampak penebangan pohon secara liar dan penurunan tanah.

Serta kesadaran masyarakat terhadap lingkungan yang masih kurang.

Lalu bagaimanakah cara untuk menghadapi bencana meteorologi banjir?

  1. Waspadai daerah tempat tinggal yang dekat dengan sungai, waduk, rawa, drainase serta saluran air lainnya.
  2. Matikan listrik saat terjadi banjir untuk menghindari bahaya kesetrum.
  3. Lindungi benda-benda berharga seperti barang elektronik serta surat-surat penting.
  4. Rajin memperbarui informasi mengenai potensi banjir di daerah tempat tinggal khususnya terkait prakiraan cuaca harian.
  5. Siapkan rencana evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
  6. Waspadai penyakit kulit dan diare pasca banjir.
  7. Siapkan tas siaga bencana

Tas siaga bencana berisi senter, air minum dan makanan, pakaian, masker dan p3k, selimut, peralatan mandi, uang secukupnya, alat komunikasi, dokumen penting dan peluit.

Adanya banjir dapat menimbulkan dampak sebagai berikut :

  1. Kerusakan sarana dan prasarana
  2. Pencemaran lingkungan
  3. Memicu tanah longsor
  4. Mengganggu aktivitas warga
  5. Melumpuhkan jalur transportasi

Lalu apa yang dapat kita lakukan untuk mencegah terjadinya banjir?

1.Tidak membuang sampah secara sembarangan seperti sungai karena dapat menyumbat aliran air.

Selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

  1. Penghijauan

Menanam pohon di sekitar rumah atau lahan gundul.

Akar pohon yang kuat akan menampung air lebih banyak sehingga dapat mencegah banjir serta tanah longsor.

  1. Membuat sumur resapan air
  2. Selalu membersihkan saluran air (Uli)