Indolinear.com, Tangsel - Sekolah Hikari yang berlokasi di Kel. Keranggan, Setu, Tangsel menggelar Kemah Hijau (Green Camp) dengan mengundang 151 siswa dari 25 sekolah di Tangerang Raya.
Kemah Hijau ini dilaksanakan selama dua hari pada Sabtu dan Minggu, 3 dan 4 Februari 2018. Dihadiri juga oleh Kepala Dindikbud Tangsel Taryono, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Mukkodas Syuhada dan pejabat lainnya.
Menurut Ketua Kemah Hijau, Billy Rizky Aditya kegiatan ini mengambil tema besar yaitu ekosistem. Disini anak-anak belajar mengenai tumbuhan, hewan, menjaga lingkungan dan gaya hidup 4R reuse, reduce, recycle dan refuse.
"Di sekolah selalu ada taman, namun anak-anak masih belum tahu cara membuatnya, oleh karena itu kami mengajarkan cara membuat taman dalam kegiatan ini. Bukan hanya membuat, mereka juga di edukasi untuk tetap menjaganya agar tetap bagus," jelasnya.
Disini juga anak-anak melepaskan ratusan burung agar bisa terbang bebas hidup di alam terbuka. Anak-anak diberikan materi lingkungan gaya hidup 4R, untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-harinya.
"Kita ajarkan anak-anak untuk memilah sampah dan menimbang sampah. Juga menggambar tentang ekosistem. Tak lupa outbond juga dihadirkan dalam acara ini," kata Billy.
Diharapkan kegiatan Kemah Hijau ini biasa dilanjutkan dan digelar di sekolah lain. Baik jenjang SD maupun SMP.
Sementara menurut Kepala Dindikbud Tangsel Taryono, menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Sejalan dengan kebijakan pemerintah Tangsel yaitu membangun sekolah-sekolah yang aman menyenangkan bagi para siswa yang hijau.
"Lebih dari itu, bagaimana juga membangun budaya peduli lingkungan pada anak sejak dini. Sehingga setiap orang punya tanggung jawab untuk mengurangi masalah lingkungan termasuk sampah," kata Taryono.
Menurutnya, sedapat mungkin setiap orang khususnya siswa setiap hari jangan produksi sampah. Maka Dindikbud Tangsel mendorong gerakan sekolah bebas sampah.
"Gerakan sekolah tidak memproduksi sampah dengan cara siswa membawa bekal dari rumah, baik makanan dan minuman dengan menggunakan kotak bekal yang tidak memproduksi sampah," ungkap Taryono.
Masih di lokasi yang sama, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Mukkodas Syuhada menerangkan bahwa pihaknya mendukung penuh kegiatan seperti ini.
"Setiap ada kegiatan ini, kami selalu datang. Karena generasi paling penting sekarang bagaimana kita memberikan pengetahuan gaya hidup ramah lingkungan, jika tidak diajarkan sejak dini maka masalah sampah, longsor banjir dan lainnya akan terus ada," beber Mukkodas.
Pendidikan inilah yang disampaikan oleh DLH. Gaya hidup ramah lingkungan yang bisa hadir di tempat tinggalnya. Bagaimana kita mengajarkan anak-anak supaya menanam pohon karena pohon, air bersih jadi banyak, pohon juga bisa menghasilkan oksigen. (sophie)
0 Response to "[Pos baru] Kemah Hijau"
Post a Comment