Indolinear.com, Lebak - Pasca gempa yang melanda Lebak, Banten, Ratusan warga Desa Malasari Bogor mengungsi di tenda-tenda plastik dan terpal. Pemandangan dan wisata Desa Malasari menjadi banyak sorotan para relawan yang memberikan langsung bantuan pengungsi kesana.
Hampir semua yang langsung mengunjungi pengungsi di lima kampung di Desa Malasari sangat takjub dengan keindahan pemandangan alam yang disajikan saat berkunjung.
Kampung Jepang
Ada sejumlah hutan alami serta beberapa curug indah disana. Lebih jauh lagi, kita bisa melihat hamparan luas perkebunan teh berbukit-bukit seperti berada di Sumba.
Sayangnya, akses jalan dari dulu menjadi kendala dan minimnya wisatawan berkunjung ke Wisata Desa Malasari di Kecamatan Nanggung itu.
Curug
Sekretaris Desa Malasari, Sukandar mengatakan, tiap tahunnya mendapatkan dana sebesar Rp1,1 miliar dari APBN. Tapi hanya bisa digunakan untuk infrastruktur tanpa menyisakan anggaran bagi pemberdayaan masyarakat.
"Tentu berdasarkan hasil kesepakatan warga. Seluruhnya digunakan untuk perbaikan jalan. Jadi, pemberdayaan benar-benar belum tersentuh," ungkapnya kepada Radar Bogor (Pojoksatu.id Group).
Persawahan Terasering
Sedangkan, katanya, biaya sebesar itu hanya sanggup memperbaiki jalan kurang dari satu kilometer saja. Sementara akses jalan di Desa Malasari mencapai puluhan kilometer.
"Kadang kami mendapatkan tambahan dari swadaya masyarakat. Perbaikan jalan bisa memakan waktu hingga sepuluh tahun," ucapnya.
Kampung Ekowisata
Tapi untuk sementara ini, pihak desa pun tidak tinggal diam. Ia bersama warga terus menjaga dan memperbaiki fasilitas-fasilitas lain ditempat wisata, seperti pembuatan gapura masuk wisata, kamar mandi umum dan lain-lain yang dibutuhkan wisatawan saat berkunjung.
"Kami berharap semua bantuan bisa terus mengalir untuk Malasari terutama perbaikan infrastruktur. Kalau dari kecamatan pun sudah kami usulkan dan masuk juga dalam rencana anggaran 2019. Semoga bisa terealisasi," tukasnya. (Gie)
0 Response to "[Pos baru] Wisata Panorama Malasari Bogor Yang Mengundang Decak Kagum"
Post a Comment