Indolinear.com, Serang - Badan Meteorolgi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memiliki rencana untuk memindahkan Stasiun Geofisika dan kantor pelayanan informasi ke wilayah Serang. Sebab, Stasiun Geofisika yang kini berada di Tangerang tidak memadai lantaran bisingnya lalu lintas kendaraan dan lintasan kereta api.

"Yang ada sekarang ini kan baru Stasiun Meteorologi (di Taktakan Kota Serang). Sementara untuk pendeteksi gempa Stasiun Geofisikanya masih di Tangerang. Di Tangerang kita terganggu karena magnit bumi yang ada di kantor ada perlintasan kereta api dan noise kendaraan," kata Deputi Bidang Geofisika, Muhamad Sadly ditemui di Pendopo Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten, Kecamatan Curug, Kota Serang.

Menurut Sadly hal itu penting untuk memudahkan informasi mitigasi bencana. Mengingat, Banten merupakan wilayah yang memiliki potensi bencana cukup besar. Dengan adanya lempeng megathrust di selatan Jawa.

"Karena memang Banten memiliki potensi bencana yang besar. Artinya nggak mungkin lari kita disini memitigasi kalau gempa harus bagaimana kan banyak gempa yang terjadi, kita bantu monitor kalau ada gempa cepat memberi info kepada masyarakat. Bisa mitigasi evakuasi mandiri," kata Sadly dikutip dari Bantennews.co.id, Jumat (23/3/2018).

Menurut rencana bangunan Stasiun Geofisika akan menghabiskan lahan seluar 10 hektare. Lahan itu untuk dua tempat yakni Pelayanan Informasi dan Observasi Geofisika. Informasi sementara Stasiun Geofisika akan dibangun di daerah Kabupaten Serang. (Gie)