Indolinear.com, Tangsel - Panwaslu Kecamatan Pamulang sowan ke Majelis Ulama Indonesia. Audiensi ditujukan untuk meningkatkan pengawasan partisipasif di masyarakat. Selain menjalin silaturahim ke MUI Pamulang, Panwaslu Kecamatan Pamulang telah roudshow ke stakeholders di Pamulang. Diantaranya audiensi ke Perguruan Tinggi di Pamulang, lembaga pemerintahan, dan beberapa LSM serta komunitas di tingkat kecamatan sampai di tingkat RT/RW.

"Panwaslu Kecamatan Pamulang terus berupaya mendorong terciptanya gelombang besar yang akan menjadi kekuatan besar dalam pemilu 2019 nanti, pengawasan partisipatif sudah menjadi salah satu tugas kami sebagai pengawas," uangkap Ketua Pawaslu, Irfan dalam pertemuan dengan MUI di Sekret MUI, Pamulang.

Lanjutnya, hal ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilih di wilayah kecamatan (UU No. 7/2017 Pasal 105 angka 4) dalam Pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang guna mencegah dan mempersempit ruang  pelanggaran di wilayah kecamatan.

"Tradisi silaturahim ini suatu keharusan bagi kami yang datang dan lahir dari hati yang jernih yang kemudian merangsang untuk kerja-kerja pengawasan yang lebih bermanfaat dan berkah sebagai ikhtiar kita mewujudkan peradaban demokrasi yang utuh.  Pawaslu Kecamatan tidak ada apa apanya tanpa keterlubatan masyarakat karena keterbatasan personil  pengawas," uangkap Ketua Pawaslu, Irfan dalam pertemuan dengan MUI Pamulang di Sekret. MUI.

"MUI Pamulang memiliki wilayah yang sangat setrategis selain representasi sebagai organisasi umat islam juga lembaga yang masih didengar dan menjadi rujukan dalam hal nilai-nilai moral kebaikan  dalam upaya pergerakan masyarakat yang terlibat aktif maupun pasif dalam pemilu 2019 nanti dengan penuh etika sopan santun sentuhan keagamaan tanpa mencederai muslim yang satu dengan muslim yang lain tanpa mengumbar aib yang satu dengan yang lain," jelasnya.

Koordinator PHL Johaelemba mengatakan silaturahim ini bermaksud sebagai salah satu ikhtiar untuk mempersempit gerak politik uang dan politisasi Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA). Ia berharap, dengan memperkuat silaturahim dengan MUI diantaranya pagi ini sebagai upaya tahapan pencegahan.

"Kami terus berusaha untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat yang notabenya kultur masyarakat pamulang memiliki potensi yang luar biasa khususnya SDMnya, ini terbukti puluhan ribu mahasiswa yang ada di pamulang dahsyat untuk membangun sebuah peradaban demokrasi kita," papar kordiv. SDM panwaslu pamulang Farid Albi.

Sementara itu, Ketua MUI Pamulang, Idris Elbi menyambut baik kedatangan Panwaslu Kecamatan Pamulang di kantornya untuk ikhtiar bersama melakukan pengawasan partisipasif dalam bentuk gerakan moral nilai-nilai kebersamaan, kedamaian penuh dengan sopan santun dan mentaati peraturan perundang-undangan yang berlaku dalam proses menyiapkan pemimpin atau perwakilan masyarakat yang amanah.

"Sarana-sarana ibadah dan tempat-tempat pengajian akan menjadi rawan untuk dijadikan media kampanye oleh peserta pemilu. Harus diawasi, jangan sampai peserta pemilu mengutip ayat-ayat Alquran untuk berkampanye tapi tidak sesuai kontek tidak jarang yang terkadang menyebut ayatnya saja tiidak tepat," imbuh ketua MUI Pamulang.

Selain hal tersebut, kata Elbi, perlu adanya pengawasan serta pencegahan terhadap praktik politik uang. Sebab, bila proses pemilu ini tidak dikotori dengan politik uang, maka bisa lahir figur pemimpin yang benar-benar amanah.

"Seorang pemimpin akan memberikan dampak luas di setiap lini kehidupan bermasyarakat. Pemimpin yang baik akan membawa dampak baik, dan sebaliknya. Sosialisasi terkait kepemiluan itu sangat perlu. Karena masyarakat itu beragam," jelasnya.

Langkah pengawasan serta pencegahan terhadap pelanggaran pemilu akan selalu digalakkan oleh Panwaslu Kecamatan Pamulang. Setelah melakukan audiensi serta kerjasama dengan beberapa stakeholders, Panwaslu Kecamatan Pamulang bersama beberapa tokoh agama lintas agama dan tokoh masyarakat akan melakukan deklarasi "anti sara". Hal tersebut merupakan gerakan-gerakan moral guna mengawal penyelengaraan pemilu. (Sopy)