Indolinear.com, Adelaide - Sebuah restoran di Australia memicu kontroversi karena menggantung sapi taksidermi atau yang sudah diawetkan. Binatang tersebut tergantung di langit-langit di sebuah ruang makan.

Seperti dikutip dari Liputan6.com (12/10/2018), sapi perah itu digantungkan pada kaki belakangnya, di atas meja-meja para pelanggan di Restoran Etica di Adelaide, Australia.

Instalasi, yang diberi nama Schivtzy, memicu perdebatan di dunia maya. Sejumlah netizen menyebutnya sebagai "cabul" dan "menjijikkan".

Pemilik restoran piza itu mengklaim, instalasi yang dipasang di tempat usahanya tersebut akan membuat pengunjung memikirkan "realitas" saat mengkonsumsi daging.

"Pemasangan instalasi itu memiliki misi: membuat pengunjung terkoneksi dan sadar atas konsekuensi mengonsumsi produk yang dihasilkan peternakan," kata pasangan pemilik restoran, Federico dan Melissa Pisanelli, dalam sebuah pernyataan.

Restoran Etica, yang baru dibuka, menyajikan daging serta produk susu. Interiornya sengaja dirancang agar terlihat seperti rumah jagal dengan dinding kaca.

Schivtzy, hiasan tak biasa itu, berasal dari sapi sungguhan. Dari hewan berjenis Friesian-Hereford dan berusia delapan tahun yang disembelih. Sebelum diawetkan, dagingnya telah habis dikonsumsi seluruhnya.

Lebih dari 4.500 orang mendukung sebuah petisi online yang meminta agar bangkai tersebut diturunkan, sementara banyak juga menyatakan kritik di halaman Facebook restoran tersebut.

"Ini tak terwakili dengan kata-kata, mengerikan, dan mengejutkan untuk dilihat," demikian petisi tersebut berbunyi.

"Itu justru menciptakan ruang bagi orang, untuk merasa lebih nyaman dengan kematian dan penyiksaan spesies lain," imbuh lainnya.

Sebaliknya, Pisanelli mengatakan bahwa instalasi tersebut juga menarik banyak tanggapan positif sejak restoran piza tersebut dibuka. (Uli)