Indolinear.com, Auverge - Bagi seorang pencuri ulung, apa saja bisa diambil dan berubah jadi uang. Mau itu buah-buahan, tas bermerek hingga bahan bangunan semua bisa dicuri selagi ada kesempatan.

Baru-baru ini, kabar kehilangan barang juga dialami oleh seorang wanita asal Prancis.

Dikutip dari laman Liputan6.com (27/02/2019), bukan perhiasan atau hewan ternak, melainkan 700 buah batang keju jenis Saint Nectaire.

Keju bukan sembarang keju. Susu fermentasi yang dicuri oleh orang tak bertanggung jawab itu jika diuangkan akan senilai 10 ribu euro atau setara dengan Rp 161 juta.

Keju milik Caroline Borrel tersebut disimpan di sebuah gudang penyimpanan yang terletak di Desa Beaune le Forid, Auverge, Prancis.

Borrel menduga jika pencuri hanya satu orang. Untuk mencegah hal serupa tak terjadi di masa mendatang, wanita itu memilih untuk memasang alarm dan kamera pengintai.

Kasus pencurian ini sendiri sudah dilaporkan sang pemilik kepada polisi Prancis. Kini polisi setempat telah berupaya untuk mencari tahu keberadaan pencuri -- meski identitasnya belum diketahui.

Keju Saint Nectaire sendiri adalah jenis penganan yang tak dipanggang. Lazimnya, cetakan keju berbentuk bulat dan memiliki lebar sekitar 20 sampai 24 sentimeter dengan tebal mencapai 3 sampai 5 sentimeter.

Pada Abad ke-17, keju jenis ini diproduksi di lahan pertanian dan dibuat oleh kaum perempuan. Keju Saint Nectare terkenal akan kekentalan, rasa manis dan kegurihannya.

Bukan Kasus Pertama

Hilangnya keju milik Caroline Borrel bukanlah kasus pertama di Prancis. Pada tahun 2015, setidaknya ada empat ton keju jenis Comte yang di curi.

Nilainya sangat fantastis. Untuk empat ton keju senilai 40 ribu euro atau setara dengan Rp 640 juta. Kejadian pencurian itu sendiri terjadi di kawasan timur Prancis.

Menurut Pusat Penelitian Ritel di Inggris mengatakan, produk makanan yang kerap dicuri bukanlah daging sapi atau minuman wiski, melainkan keju.

Josuhua Bamfield, selaku kepala penelitian itu juga mengatakan bahwa keju adalah peluang bisnis yang sangat menguntungkan. (Uli)